Institut Agama Islam (IAI) Al-Ikhlash Kuningan resmi beroperasi dengan membuka empat prodi S-1, perluas akses pendidikan tinggi berbasis pesantren

Institut Agama Islam (IAI) Al-Ikhlash Kuningan resmi beroperasi dengan membuka empat prodi S-1, perluas akses pendidikan tinggi berbasis pesantren

Rabu, 2 September 2026 | 21.19 GMT+7

Visi Kita

Visi Kita

Tim Redaksi

Bagikan

Institut Agama Islam (IAI) Al-Ikhlash Kuningan resmi beroperasi dengan membuka empat prodi S-1, perluas akses pendidikan tinggi berbasis pesantren.

VISIKITA.COM-- Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash resmi meluncurkan perguruan tinggi baru bertajuk Institut Agama Islam (IAI) Al-Ikhlash di Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu (2/9/2026). Peresmian ini menandai langkah strategis pesantren dalam memperluas jenjang pendidikan tinggi Islam swasta yang terjangkau sekaligus memperkuat integrasi keilmuan berbasis tradisi kepondokan.

Peluncuran kampus yang bernaung di bawah laman resmi ai-institute.ac.id tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan tenaga pendidik, keulamaan, dan praktisi manajerial pesantren yang adaptif terhadap dinamika zaman.

Buka Empat Program Studi S-1 Berorientasi Kebutuhan Umat

Pada tahap awal operasionalnya, IAI Al-Ikhlash menghadirkan empat program studi jenjang Strata-1 (S-1) yang dirancang dengan fokus kompetensi spesifik:

  • Manajemen Pendidikan Islam (MPI): Dikonsentrasikan untuk mencetak manajer serta pengelola tata kelola lembaga pendidikan Islam dan pesantren modern.

  • Pendidikan Agama Islam (PAI): Dipersiapkan untuk mencetak guru dan pendidik bidang keislaman di jenjang sekolah dasar hingga menengah.

  • Pendidikan Bahasa Inggris (PBI): Berorientasi pada pembentukan guru bahasa Inggris yang mampu menunjang komunikasi dan wawasan global santri.

  • Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT): Diformulasikan khusus untuk mencetak kader ulama, pengkaji tafsir, dan penjaga otentisitas keilmuan Al-Qur'an.

Rektor IAI Al-Ikhlash Kuningan, Dr. H. M. Tata Taufik, menegaskan bahwa penetapan program studi ini disesuaikan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat dan lembaga pendidikan saat ini. "Kita punya Manajemen Pendidikan Islam, kita akan konsentrasi ke pesantren. Kemudian Pendidikan Agama Islam untuk keguruan, Pendidikan Bahasa Inggris juga untuk keguruan, dan kita siapkan Al-Qur'an dan Tafsir untuk keulamaan," paparnya.

peresmian-ai-institute-kuningan.webp

Komitmen Sosial dan Akses Kuliah Gratis Warga Sekitar

Kehadiran IAI Al-Ikhlash tidak sekadar menambah daftar perguruan tinggi swasta di wilayah Cirebon Raya dan sekitarnya, melainkan membawa komitmen keberpihakan sosial kepada warga lokal. Dalam kebijakan perdananya, pihak pengelola kampus menyediakan program pendidikan bebas biaya perkuliahan bagi warga Desa Ciawilor, lokasi kampus berdiri.

Menurut Tata Taufik, kebijakan tersebut merupakan perwujudan tanggung jawab sosial institusi agar keberadaan kampus dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar. Ia menambahkan, fungsi perguruan tinggi tidak boleh sebatas mencetak lulusan berijazah, tetapi wajib menjadi motor penggerak pembangunan sosial-keagamaan.

Dengan resminya kegiatan operasional ini, proses penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 telah dibuka melalui jalur reguler pesantren maupun masyarakat umum melalui portal resmi kampus. Ke depan, IAI Al-Ikhlash ditargetkan menjadi sentra pengkajian Islam integratif yang menjembatani keilmuan pesantren tradisional, metode pengajaran modern, dan pengabdian nyata di tengah umat. (wsg)

Selengkapnya tentang Al-Ikhlash Institute, Kuningan.

Diterbitkan oleh Yayasan Visi KitaDiperbarui 2 September 2026

Konten Lain

Kembali ke Blog